You are currently viewing SMPN 20 RAIH JUARA FLS3N 2025 KOTA MALANG

SMPN 20 RAIH JUARA FLS3N 2025 KOTA MALANG

TwoZero News – SMPN 20 Malang turut serta dalam ajang Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) yang diselenggarakan oleh pemerintah. Pada kegiatan ini, sekolah mengikuti cabang Lomba Tari Kreasi yang melibatkan sebanyak 20 SMP di Kota Malang.

Kegiatan yang diselenggarakan pada Selasa 27 Mei 2025 inipun menggambil tema “Ekspresi Seni, Inspirasi Negeri” memperlombakan 8 cabang lomba pada ajang FLS3N terdiri dari Ilustrasi ,Menyanyi Solo , Mendongeng, Menulis Cerita, Pantomim, Ensambel Campuran 3 Alat Musik, Tari Kreasi dan Kreativitas Musik Tradisional. Sedangkan pada ajang O2SN diperlombakan dua cabang lomba yakni Pencak Silat dan Karate.

Perwakilan dari SMPN 20 terdiri dari 3 siswa jenjang SMP, Dzakia Aqila Khansa, Atyasa Tungga Jagat Pradipta, Rikha Kamela, yang telah melakukan persiapan intensif dan panjang, termasuk latihan rutin untuk meningkatkan kekompakan tim. Kegiatan ini bertujuan tidak hanya untuk membawa nama baik sekolah, tetapi juga memberikan sertifikat sebagai bekal untuk jenjang pendidikan berikutnya.

Suasana lomba sangat kompetitif namun tetap berjalan dengan lancar dan baik. Tidak ada tantangan besar yang dihadapi, namun tim menekankan pentingnya kerja sama dan kekompakan. Menurut peserta, lomba ini tidak jauh berbeda dari lomba-lomba lainnya, namun persaingan antar sekolah cukup ketat.

Guru pelatih dan pendamping yang berperan besar dalam persiapan lomba ini adalah Mas Tulus sebagai pelatih tari dan Bu Yani sebagai guru pendamping. Momen paling membanggakan adalah saat pengumuman pemenang, di mana tim berhasil meraih Juara 3.

Kesan yang diperoleh dari lomba ini sangat positif, terutama dalam hal pengalaman, kekompakan, ketekunan, dan kerjasama tim. Mental juga dipersiapkan dengan baik dengan menanamkan keyakinan bahwa tim mampu menjadi yang terbaik.

Pesan untuk teman-teman yang akan mengikuti lomba serupa adalah agar selalu semangat, tidak mudah menyerah, dan tetap berdoa dalam setiap kegiatan. Harapannya, pengalaman ini dapat memberikan manfaat di masa depan.

Bukan hanya seni tari siswa SMPN 20 juga mengikuti FLS2N kategori bercerita yang bertujuan untuk menggali dan mengembangkan bakat seni sastra serta menumbuhkan karakter kreatif, percaya diri, dan cinta budaya Indonesia.

Dalam lomba ini, salah satu peserta, Ananda Kanjeng Aulia Muhammad Fauzi, atau biasa dipanggil Fauzi mengungkapkan bahwa dirinya sempat merasa gugup dan tidak percaya diri. Namun, melalui latihan, pembekalan properti, dan pembiasaan berbicara di depan umum, ia berhasil menampilkan yang terbaik. Pak Feri dan Bu Nurul turut berperan penting sebagai pembimbing selama persiapan.

Ia mendapatkan sertifikat sebagai bentuk penghargaan, dan pengalaman yang paling berkesan adalah saat tampil serta menyaksikan penampilan peserta lain. Dari pengalaman ini, ia belajar mengekspresikan diri dengan lebih baik, mempersiapkan mental melalui latihan berbicara sendiri dan public speaking, serta menyadari bahwa ekspresi dalam mendongeng menjadi kunci utama.

Selain bidang seni, SMPN 20 Malang juga berpartisipasi dalam Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) pada cabang Pencak Silat, khususnya kategori seni tunggal dan tanding kelas C. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan dan IPSI, dengan peserta sekitar 100 siswa dari berbagai SMP di Kota Malang.

SMPN 20 mengirimkan 6 orang peserta dari jenjang kelas 7 dan 8 salah satunya yaitu ananda Yusuf Nabil Hibban Avridy. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk menggali potensi siswa di bidang olahraga, khususnya pencak silat.

Selama mengikuti lomba, peserta merasa sangat senang dan memperoleh banyak pengalaman, baik dari sisi teknis maupun mental. Perlombaan ini dilaksanakan di SMPN 12 Malang, dan salah satu pengalaman paling berkesan adalah saat semi final dan final yang berlangsung sangat menegangkan karena suasananya panas dan penuh tekanan.

Pelaksanaan lomba berjalan cukup baik, meskipun ada kendala dalam hal waktu, di mana atlet harus bertanding dengan jadwal padat tanpa istirahat yang cukup. Tantangan terbesar bagi peserta adalah menurunkan berat badan dari 51 kg menjadi 47 kg demi masuk ke kelas tanding yang sesuai.

Yang membuat lomba ini berbeda dari lomba lainnya adalah karena sifatnya berjenjang dan bukan sekadar seremonial—peserta yang kalah harus menerima kenyataan pulang tanpa medali. Pembimbing dalam kegiatan ini adalah pelatih dari perguruan, yang juga mengawal persiapan mental melalui latihan keras, evaluasi rutin, dan pembentukan mental juara.

Momen yang paling tak terlupakan justru datang dari kekalahan, yang menjadi pelajaran berharga. Peserta belajar bahwa lawan terberat adalah diri sendiri, dan penting untuk tidak meremehkan lawan.

Pesan untuk calon peserta lomba pencak silat adalah agar benar-benar mempersiapkan mental, karena teknik sehebat apa pun tidak akan berguna jika mental tidak kuat. Persiapan yang matang akan membawa hasil, dan evaluasi dari pengalaman akan membantu meningkatkan kualitas diri.

Harapan peserta setelah mengikuti lomba ini adalah agar lomba bisa menjadi ajang pengukuran diri dan peningkatan kemampuan, serta menyadari bahwa tidak ada pengalaman yang sia-sia. Dari lomba ini pula, peserta belajar strategi menghadapi lawan yang lebih tinggi dan teknik-teknik baru dalam pertandingan.

Partisipasi SMPN 20 Malang dalam FLS3N dan O2SN menjadi bukti nyata bahwa siswa-siswi sekolah ini tidak hanya aktif dalam bidang akademik, tetapi juga seni dan olahraga. Semoga semangat juang, kerja keras, serta nilai-nilai yang dipelajari dari kegiatan ini menjadi bekal berharga bagi masa depan mereka.

Tinggalkan Balasan